Sebelumnya saya meminta izin mengutip kalimat dan subjudul buku Anda yang menarik di dalam blog saya kepada penulis “Temukan Kebahagian dalam Kesedihanmu” oleh Mas Udik Abdullah diterbitkan oleh Pena Emas. Tentunya juga ini sebagai ajang mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu. Semoga Allah membalas kebaikan saudara dan pihak penerbit dengan balasan nikmat Allah yang tidak terbatas dan memberikan kebahagian dunia akhirat bagi kita. Amin. Saya mengucapkan terima kasih kepada penulis yang telah menulis buku ini.
Setiap orang pastilah mengalami suka duka dalam hidup ini. Tidak selamanya orang merasa duka terus menerus, begitu pula orang merasa suka terus menerus. Sedikit pengalaman saya membeli buku yang berjudul “Temukan Kebahagian dalam Kesedihanmu” pada Kamis, 24 November 2005, saya membaca dan mengamalkan isi buku itu, Alhamdulillah saya menjalani hidup ini lebih optimis lagi. Tidak perlu berbasa-basi lagi saya mengutip kalimat dan subjudul buku tersebut untuk dibagikan kepada pembaca blog saya ini. Saya tidak banyak mengutip (ada yang sama persis dan ada pula yang diubah) karena kalau Anda membutuhkan isi buku secara lengkap, Anda bisa menemukan di toko buku terdekat atau memesan kepada Pena Emas.
-
Memulai dengan niat yang benar
“Sesungguhnya Allah mencatat (menulis) hasanat (kebaikan) dan kejelekan, maka barangsiapa mempunyai niat untuk berbuat kebaikan, dan dia tidak melakukannya, maka Allah akan menuliskan pada dirinya satu kebaikan yang sempurna. Dan bila ia berniat untuk melakukan kebaikan dan betul-betul dia melakukannya, Allah akan menulis di sisi-Nya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat sampai berlipat ganda banyaknya. Dan kalau ia mempunyai niat berbuat kejelekan dan tidak (jadi) melakukannya, maka Allah akan menuliskan di sisi-Nya sebagai satu hasanat, dan kalau ia berniat melakukan kejelekan itu dan melakukannya, maka Allah menuliskannya sebagai satu kejelekan.” [HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas ra.]
-
Berani memulai
“Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS. Al Fath : 11]
-
Membuka pintu kebahagian
“Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari supaya kamu merasa senang.” [QS. Thaahaa : 130]
-
Menghadirkan Allah SWT dalam hati
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar Ra'du : 28]
-
Pengajaran-Nya adalah Sumber kebahagian
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.” [QS. Al Baqarah : 185]
-
Yakinlah Anda pasti bisa
Bila engkau hanya duduk-duduk tanpa pernah mau berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka yang akan hadir dalam benakmu adalah bayangan kesusahan yang semakin menjadi-jadi. Sementara setan dengan kelihaiannya akan membisikan agar engkau menyalahkan takdir yang telah berlaku atasmu. Ingatlah, terus-menerus merenung tanpa ada langkah ikhtiar untuk bangkit hanya akan membuang waktumu secara percuma tanpa pernah bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Akhirnya yang terjadii justru hanya akan menambah kesedihan di hati.
-
Jangan mudah menyerah dan putus asa
“Jangan engkau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada terputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” [QS. Yusuf : 87]
-
Sadar bahwa Bersama kesulitan ada kemudahan
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [QS. Al Insyirah : 6-7]
-
Bersungguh-sungguh dalam melangkah
“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” [QS. Al Insyirah : 7]
-
Meninggalkan Sifat Malas
Bila engkau berpendapat bahwa kemenangan dan kebahagian dapat diraih dengan cara bermalas-malasan, maka engkau selamanya takkan pernah menyaksikan ada orang yang bersusah payah mencari penghidupan untuk mencukupi kebutuhan dunianya ataupun rajin beribadah untuk kepentingan akhiratnya. Di duniapun takkan pernah ada kendaraan bermotor, gedung-gedung bertingkat dan fasilitas-fasilitas lainnya, engkaupun takkan pernah bisa menikmati merdunya alunan suara musik di radio, berita-berita dari dalam dan luar negeri serta masih bannyak lagi hal-hal yang tidak akan engkau jumpai, jika kemenangan dan kebahagian bisa diraih dengan sikap malas.
-
Jangan pernah menunda pekerjaan
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” [QS. Al Anbiyaa' : 90]
-
Meninggalkan Kenangan Masa Lalu
Bila ingin maju dan bahagia, tinggalkan dan lupakanlah masa lalumu yang buruk, sosonglah masa depanmu dengan semangat bahwa engkau bisa berubah menjadi baik.
-
Memperbanyak Istighfar kepada Allah SWT
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” [QS. Hud : 3]
-
Jujurlah dalam hidup
“hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungghunya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [QS. Al Ahzaab : 70-71]
-
Mensyukuri nikmat yang ada
“Dan iingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika engkau bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika engkau mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” [QS. Ibrahim : 7]
-
Sadar bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini
“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikia) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” [QS. Al Mukmin : 67]
-
Musibah dan kasih sayang Allah SWT
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [QS. Al Baqarah : 216]
-
Bahagia menyongsong kematian
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” [QS. Ali Imran : 145]
Sebagai seorang muslim, engkau tak perlu bersedih ataupun takut mati. Bukankah Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang muslim? Begitu pula dengan malaikat pencabut nyawa, dia akan bersikap lembut saat mencabut nyawa seorang muslim. Sekarang yang terpenting bagimu adalah memperbanyak beramal shaleh agar di hatimuu tumbuh bunga kerinduan untuk segera berjumpa dengan Allah, sehingga kematian bukan lagi hal yang menakutkan lagi. Manusia mana yang takut bertemu kekasihnya, sedangkan ia selalu berbuat baik terhadapnya”
-
Akhirnya
Janganlah engkau bersedih! Setiap permasalahan hidup yang datang kepadamu serahkanlah sepenuhnya kepada Allah, niscaya ada rahmat dan kasih sayang Allah di dalamnya.
Dengan demikian, kita bisa tetap berjuang untuk hidup esok hari yang lebih baik lagi dan menjadi pemenang pada hari ini atas banyaknya kebaikan yang kita lakukan.